awan...
tak kuasa jari ini menyentuhmu
jari yang mungil yang kau anggap sebagai debu
awan.....
kau tidak pernah merasakan yang namanya kesepian
keseharianmu kau berlabuh di langit yang luas
terkadang kau masih di temani oleh burung
sungguh hati ini sangat iri denganmu
awan...
hati.ini.
raga..ini..jiwa ini..
semuanya binasa
Tak ada satupun kebahagiaan yang menyelimuti
awan..
aku mulai sedikit merasakan
bahwa detik detik kesepian sudah mulai ku jalani
kesepian yang tak pasti
membuat hati menjadi gundah diri
adakah sisa sisa ketulusan untuku
yang mampu menemaniku di esok hari
awan.
jawablah apa yang ku minta
ku ingin juga sepertimu
selalu gembira di langit yang berwarna
mungkin
tuhan sudah menakdirkan
bahwa hati ini sudah sepantasnya
mengalami kesepian yan tak biasanya
dan meninggalkan tanya
By: Muhammad Andry Dwi Aprianto
tak kuasa jari ini menyentuhmu
jari yang mungil yang kau anggap sebagai debu
awan.....
kau tidak pernah merasakan yang namanya kesepian
keseharianmu kau berlabuh di langit yang luas
terkadang kau masih di temani oleh burung
sungguh hati ini sangat iri denganmu
awan...
hati.ini.
raga..ini..jiwa ini..
semuanya binasa
Tak ada satupun kebahagiaan yang menyelimuti
awan..
aku mulai sedikit merasakan
bahwa detik detik kesepian sudah mulai ku jalani
kesepian yang tak pasti
membuat hati menjadi gundah diri
adakah sisa sisa ketulusan untuku
yang mampu menemaniku di esok hari
awan.
jawablah apa yang ku minta
ku ingin juga sepertimu
selalu gembira di langit yang berwarna
mungkin
tuhan sudah menakdirkan
bahwa hati ini sudah sepantasnya
mengalami kesepian yan tak biasanya
dan meninggalkan tanya
By: Muhammad Andry Dwi Aprianto
Komentar
Posting Komentar